Dalam rangkaian penutupan Haflatul Imtihan dan Pentas Bakat Santri TPQ-MDT-PP Al-Jihad Ketapang, Sabtu (5/7/2025), Ketua Yayasan Islamiyah Al-Jihad, Drs. H. Satuki Huddin, M.Si., menyampaikan pesan penting yang menjadi sorotan utama publik: pendidikan Islam bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah tantangan zaman.
Di hadapan ratusan hadirin yang memenuhi halaman Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang, Kyai Satuki menekankan bahwa maraknya persoalan sosial seperti kenakalan remaja, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, dan kekerasan, harus disikapi secara serius oleh seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua dan pendidik.
“Mendidik anak bukanlah perkara mudah, apalagi dalam mengajarkan nilai keimanan, ketakwaan, dan akhlakul karimah. Maka Al-Jihad hadir bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai mitra orang tua dalam menjaga anak-anak mereka agar tumbuh dalam lingkungan yang islami dan terarah,” tegasnya.
Menurutnya, Haflatul Imtihan bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi simbol komitmen lembaga dalam mendidik generasi yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kokoh.

Melalui berbagai penampilan santri, mulai dari hafalan aqidatul awam dan hidayatus shibyan, hingga penguasaan mufrodat dan vocabulary, publik disuguhkan hasil nyata dari proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada ilmu dunia, tetapi juga penanaman nilai-nilai Islam.
Menutup sambutannya, ketua yayasan mengajak seluruh pihak untuk mendukung penuh pendidikan berbasis keislaman sebagai benteng terakhir dalam menjaga moral generasi muda.
“Jika bukan kita yang menjaga anak-anak kita, maka zaman yang akan membentuk mereka—dan belum tentu sesuai dengan nilai yang kita harapkan. Maka mari kita jadikan lembaga pendidikan Islam sebagai tempat terbaik untuk menanam, membina, dan menuai masa depan mereka.” tutupnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang melalui Staf Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS), Mukromin, menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah lembaga pendidikan nonformal, seperti Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), dan Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang.

Dalam pernyataannya, Mukromin menyoroti keberhasilan lembaga-lembaga tersebut dalam memperoleh izin operasional secara resmi, menunjukkan ketertiban dalam administrasi, serta aktif dalam pelaporan data melalui Education Management Information System (EMIS).
Secara khusus, ia memberikan pujian kepada Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang yang dinilai menunjukkan kemajuan signifikan meskipun baru berusia satu tahun lebih secara administratif.
“Pondok Pesantren Al-Jihad Ketapang, meskipun baru berusia satu tahun lebih sejak mendapatkan izin operasional, telah berhasil menjadi salah satu dari lima pondok pesantren paling tertib dalam pelaporan EMIS di Kabupaten Ketapang,” ungkap Mukromin (*)
Disclaimer: Artikel ini adalah milik Media Yayasan Islamiyah Al-Jihad Islamic Center. Segala bentuk penyalinan tanpa izin dilarang. Hak cipta © 2026.

Siswa-Siswi SMP Al-Jihad Latihan Tari untuk Tampilkan Kreativitas di Acara Perpisahan
Khutbah Jum’at: Mengimplementasikan Nilai-Nilai Ramadhan pada Bulan Syawal dan Setiap Waktu
Khutbah Idul Adha: Meneladani Pengorbanan Keluarga Nabi Ibrahim untuk Membangun Rumah Allah di Masa Kini





