اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الََّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ، أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَام، أَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. Yang senantiasa melimpahkan nikmat iman, Islam, dan kesehatan kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ. Beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan menjalankan segala perintah-Nya. Dan menjauhi seluruh larangan-Nya. Sebab ketakwaan adalah bekal terbaik menuju kehidupan akhirat.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Di tengah masyarakat, sering muncul anggapan bahwa Tahun Baru Masehi tidak ada kaitannya dengan Islam. Karena dianggap sebagai tahun baru agama lain. Pandangan ini perlu kita sikapi dengan bijak dan proporsional.
Perlu dipahami bersama, kalender Masehi bukanlah kalender ibadah agama tertentu. Ia adalah kalender sipil dunia. Berbasis peredaran matahari. Digunakan untuk keperluan sosial, administrasi, dan ilmu pengetahuan. Hampir seluruh umat manusia menggunakannya, termasuk umat Islam.
Faktanya, dalam kehidupan ibadah sehari-hari, umat Islam sangat bergantung pada sistem waktu ini. Penentuan waktu shalat lima waktu ditentukan oleh posisi matahari. Jadwal shalat yang kita pegang hari ini disusun dengan hitungan jam dan tanggal Masehi. Tanpanya, ketepatan dan keseragaman waktu shalat akan sulit diwujudkan.
Ilmu falak Islam sejak dahulu juga menggunakan perhitungan astronomi. Para ulama menggunakan hisab untuk membantu menentukan waktu shalat dan awal bulan. Semua itu bersifat teknis. Tidak menyentuh akidah.
Islam adalah agama yang wasathiyah, moderat, tidak menolak kemajuan. Selama tidak bertentangan dengan tauhid dan syariat. Rasulullah ﷺ bersabda:
أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأُمُورِ دُنْيَاكُمْ
“Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian.”(HR. Muslim)
Hadits ini menjadi dasar bahwa urusan teknis dunia, termasuk sistem waktu dan penanggalan, boleh digunakan selama membawa kemaslahatan.
Bahkan penetapan kalender Hijriah pada masa Sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu dilakukan untuk ketertiban administrasi umat. Bukan untuk meniadakan sistem waktu lain. Ini menunjukkan keluwesan Islam dalam menyikapi peradaban.
Hadirin rahimakumullah
Pergantian tahun Masehi hendaknya tidak disikapi dengan sikap berlebihan. Tidak dirayakan dengan kemaksiatan. Namun juga tidak ditolak secara kaku. Ia dapat kita jadikan pengingat bahwa waktu terus berjalan. Umur terus berkurang. Dan kematian semakin mendekat.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini mengajarkan muhasabah. Evaluasi diri. Kapan pun waktunya. Termasuk saat pergantian tahun.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah
Marilah kita kembali meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ketakwaan yang tercermin dalam ibadah, akhlak, dan tanggung jawab sosial.
Pergantian tahun Masehi bukan soal ikut-ikutan. Bukan pula soal menyerupai agama lain. Tetapi soal bagaimana kita memaknai waktu yang Allah berikan. Apakah semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Atau justru lalai.
Rasulullah ﷺ bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Dua nikmat yang sering dilalaikan oleh manusia, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Waktu adalah amanah. Setiap pergantian hari, bulan dan tahun, akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Menggunakan kalender Masehi tidak mengurangi keimanan kita. Selama akidah tetap lurus. Ibadah tetap sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Dan tidak ada keyakinan yang menyimpang.
Semoga setiap pergantian waktu menjadikan kita pribadi yang lebih taat. Lebih jujur. Lebih bermanfaat. Dan lebih siap menghadap Allah SWT.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ، اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَ كَفَرَ، وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَاِئِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً۰ اَمَّابَعْدُ، فَيَاعِبَادَ ﷲ اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وَاتَّقُوْا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرٍ إِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، وَأَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ مِنْ جِنِّهِ وَإِنْسِهِ، فَقَالَ قَوْلًا كَرِيْمًا: اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٓئِكَتَهٗ يُصَلُّوۡنَ عَلَى النَّبِىِّ ؕ يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا صَلُّوۡا عَلَيۡهِ وَسَلِّمُوۡا تَسۡلِيۡمًا
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأْهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، اللهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْنَا وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ، اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
M. Syafi’ie Huddin, Wakil Ketua Yayasan Al-Jihad Ketapang
Disclaimer: Artikel ini adalah milik Media Yayasan Islamiyah Al-Jihad Islamic Center. Segala bentuk penyalinan tanpa izin dilarang. Hak cipta © 2026.

Tim Assesor BAN-PDM Kalbar Adakan Visitasi Akreditasi SMP Al-Jihad Ketapang
Khutbah Idul Adha: Meneladani Pengorbanan Keluarga Nabi Ibrahim untuk Membangun Rumah Allah di Masa Kini
Santri dan Masyarakat Sekitar Shalat Idul Adha di Mushalla Al-Jihad





