Menu

Khutbah · 29 Mei 2025 16:13 WIB ·

Khutbah Jum’at: Memanfaatkan Media Sosial Sebagai Ladang Amal


					Khutbah Jum’at: Memanfaatkan Media Sosial Sebagai Ladang Amal Perbesar

1
0

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِلْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ* وَخَصَّنَا بِشَرِيْعَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ* أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اَلْمُنْعِمُ الْمَنَّانُ* وَأَشْهَدُ أَنَّ مَحُمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلْمَبْعُوْثُ بِخَيْرِ الْأَدْيَانِ * اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ اَلسَّادَاتِ الْأَعْيَانِ* قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، يَاآيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّاوَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، أّمَّابَعْدُ .

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benar takwa, yaitu dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga Allah selalu membimbing kita di jalan yang diridhai-Nya.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Di era modern ini, media sosial telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Ia bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga tempat berbagi informasi, ide, dan pengalaman. Media sosial adalah alat, dan seperti alat lainnya, ia netral. Namun, bagaimana kita menggunakannya akan menentukan nilai dan dampaknya dalam kehidupan dunia dan akhirat kita.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ ١٨ ( ق/50: 18)

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaf: 18)

Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap kata yang kita ucapkan, termasuk yang kita tuliskan atau sebarkan di media sosial, tidak luput dari pengawasan Allah SWT. Media sosial dapat menjadi ladang pahala jika digunakan untuk kebaikan, namun juga bisa menjadi alat penyebar dosa jika kita tidak berhati-hati.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Dalam penggunaannya, media sosial sering kali disalahgunakan untuk hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam. Di antaranya adalah:

  1. Ghibah (menggunjing):

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ “أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ”. قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ “ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ”. (رواه البخاري و مسلم )

Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Tahukah kalian apa ghibah itu?” Para shababat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Beliau bersabda: “Ghibah itu adalah bercerita tentang saudara kalian tentang hal yang ia benci.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Ghibah, atau menggunjing, adalah tindakan menyebutkan hal-hal buruk tentang seseorang di belakangnya, yang sebenarnya ia tidak suka diketahui oleh orang lain. Ghibah sering kali tersebar di media sosial melalui unggahan, komentar, atau video yang merendahkan orang lain. Padahal, dosa ghibah sangat besar di sisi Allah.

Dalam konteks media sosial, ghibah sering terjadi melalui komentar negatif, unggahan yang merugikan, atau bahkan menyebarkan informasi buruk tentang seseorang tanpa memeriksa kebenarannya. Lebih parah lagi, tindakan seperti memberikan “like,” “share,” atau komentar setuju pada unggahan semacam itu dapat memperkuat penyebaran ghibah. Padahal, tindakan ini sama saja dengan ikut andil dalam menyebarkan dosa.

  1. Su’udzon (berburuk sangka):

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا… ( الحجرٰت/49: 12)

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.  (Al-Hujurat/49:12)

Suudzon adalah menyangka buruk terhadap orang lain tanpa bukti atau dasar yang jelas. Di media sosial, suudzon dapat muncul dalam bentuk komentar negatif terhadap seseorang, penyebaran isu atau fitnah, dan asumsi-asumsi yang menyesatkan. Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ … (رواه البخاري)

Dari Abu Hurairah RA, Nabi Shallallahu alahi wa salam bersabda: “Jauhilah prasangka, karena prasangka itu adalah sedusta-dusta ucapan.” (HR. Bukhari)

Ketika kita berprasangka buruk, kita membuka pintu dosa dan menjauhkan diri dari rahmat Allah. Suudzon juga merusak hubungan sesama manusia, memicu permusuhan, dan menciptakan konflik.

Media sosial sering kali memicu prasangka buruk melalui informasi yang belum tentu benar. Sebelum kita menyebarkan informasi, mari pastikan kebenarannya dan pikirkan dampaknya.

  1. Menyebarkan fitnah:

Fitnah dapat menyebar dengan cepat melalui media sosial, merusak nama baik seseorang, bahkan menyebabkan konflik yang lebih besar.

Menyebarkan fitnah adalah salah satu tindakan yang sangat dilarang dalam Islam karena dampaknya yang merusak baik bagi individu maupun masyarakat. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT menyatakan:

وَالْفِتْنَةُ اَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ

“Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan.” (QS. Al-Baqarah: 191)

Lainnya: Pemilih Cerdas: Kunci Untuk Masa Depan Daerah Yang Lebih Baik Pemilih Cerdas: Kunci Untuk Masa Depan Daerah Yang Lebih Baik SMP Al-Jihad Ketapang Raih Akreditasi A di Akhir Tahun 2025 SMP Al-Jihad Ketapang Raih Akreditasi A di Akhir Tahun 2025 Idul Adha 1446 H, Yayasan Al-Jihad Salurkan 5 Ekor Hewan Qurban Idul Adha 1446 H, Yayasan Al-Jihad Salurkan 5 Ekor Hewan Qurban

Makna ayat ini menunjukkan betapa besar dampak buruk dari fitnah, yang dapat menghancurkan kehormatan, kepercayaan, dan keharmonisan sosial. Dalam konteks modern, media sosial sering menjadi medium yang sangat cepat dalam menyebarkan fitnah. Satu unggahan atau informasi yang tidak benar dapat langsung menyebar luas, merusak nama baik seseorang, bahkan memicu konflik yang lebih besar.

Beberapa dampak buruk dari menyebarkan fitnah:

  1. Merusak reputasi: Fitnah dapat menghancurkan citra dan nama baik seseorang tanpa alasan yang benar.
  2. Memicu perpecahan: Fitnah sering kali menjadi penyebab utama permusuhan dan konflik di masyarakat.
  3. Menimbulkan dosa besar: Dalam Islam, menyebarkan kebohongan atau informasi yang tidak benar adalah dosa yang sangat berat.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Sebaliknya, mari kita gunakan media sosial sebagai ladang amal. Berikut beberapa cara memanfaatkannya dengan bijak:

  1. Sebarkan kebaikan:

Gunakan media sosial untuk menyebarkan ayat-ayat Al-Qur’an, hadis, nasihat, atau informasi bermanfaat lainnya yang dapat memberikan inspirasi dan manfaat bagi orang lain.

  1. Jaga etika komunikasi:

Berbicaralah dengan sopan, hindari perdebatan yang tidak bermanfaat, dan jangan terpancing emosi ketika menghadapi komentar negatif.

  1. Perbaiki niat:

Pastikan niat kita menggunakan media sosial adalah untuk mencari ridha Allah SWT.

  1. Tabayyun:

Sebelum menyebarkan informasi, lakukan tabayyun (klarifikasi) sesuai perintah Allah SWT:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ ٦

( الحجرٰت/49: 6)

Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.  (Al-Hujurat/49:6)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Media sosial adalah salah satu nikmat yang Allah berikan kepada kita. Jangan sampai nikmat ini menjadi sebab keburukan bagi kita di akhirat. Jadikanlah media sosial sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak amal kebaikan.

 عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم : مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]

 Dari Abdullah ibn ‘Umar ra. bahwasanya Rasulullah saw bersabda:.

وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ  (رواه البخاري)

“Dan barang siapa menutupi aib seorang muslim niscaya Allah SWT akan menutupi aibnya di hari kiamat. (HR. al-Bukhari)

 Marilah kita bertobat dari segala dosa, termasuk dosa-dosa yang kita lakukan di media sosial. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan kekuatan kepada kita untuk menjaga lisan, tulisan, dan tindakan kita dari perbuatan yang sia-sia dan mendatangkan murka-Nya.

Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk memanfaatkan media sosial dengan bijak dan mampu menjadikannya sebagai ladang amal jariyah.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

KHUTBAH II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا. أَمَّا بَعْدُ. فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.  اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ

وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

 

Penulis : H. M. Syafi’ie Huddin, S.Ag.
(Wakil Ketua Yayasan Al-Jihad Ketapang)

Disclaimer: Artikel ini adalah milik Media Yayasan Islamiyah Al-Jihad Islamic Center. Segala bentuk penyalinan tanpa izin dilarang. Hak cipta © 2026.

Postingan ini telah dibaca 109 kali

Baca Lainnya

Khutbah Jum’at: Pergantian Tahun dan Kesadaran Waktu dalam Perspektif Islam

26 Desember 2025 - 06:54 WIB

Khutbah Jum'at: Pergantian Tahun dan Kesadaran Waktu dalam Perspektif Islam

Khutbah Idul Adha: Meneladani Pengorbanan Keluarga Nabi Ibrahim untuk Membangun Rumah Allah di Masa Kini

5 Juni 2025 - 12:11 WIB

Khutbah Idul Adha: Meneladani Pengorbanan Keluarga Nabi Ibrahim untuk Membangun Rumah Allah di Masa Kini

Khutbah Jum’at: Mengimplementasikan Nilai-Nilai Ramadhan pada Bulan Syawal dan Setiap Waktu

29 Mei 2025 - 11:25 WIB

Khutbah Jum’at: Mengimplementasikan Nilai-Nilai Ramadhan pada Bulan Syawal dan Setiap Waktu
Trending di Khutbah
Scroll to top